Minggu, 15 September 2019

INDAH,Bocah Yatim Piatu Pengidap sakit Jantung,Ginjal Dan Paru, akhirnya berpulang kerahmatullah..



Warta Pramudya -- INDAH NURHIDAYAH (12th) gadis kecil Yatim Piatu Pengidap Sakit Jantung,Paru dan Ginjal warga desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai (Lamtim) menghembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat sekitar 1,5 jam di Rumah Sakit Abdoel Moeloek, Bandar Lampung sabtu (14/09/2019).

Indah sebelumnya dirawat di RSUD Sukadana sejak tanggal 4 September 2019 hingga tanggal 12 September 2019 lalu oleh RSUD Sukadana diperbolehkan pulang, dan dijadwalkan kontrol hari Senin 14 September 2019.

Namun indah pada hari Jumat tanggal 13 september nafasnya sesak, oleh warga dan Forkopimcam Labuhan Maringgai diantarkan ke RSUD Sukadana. Setelah satu hari dirawat hari Sabtu pukul 08.00 wib, Indah kemudian dirujuk ke RS Mardi Waluyo Metro & dirawat di ruang ICU, karena Indah butuh penanganan jantungnya dan karena di Rumah Sakit tersebut belum ada dokter spesialis jantung anak lalu Indah di rujuk ke Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSAM) Bandar Lampung.

Indah tiba di RS Abdul Moeloek pukul 15.00 wib,
Tim medis RSAM telah berusaha memberikan pertolongan secara maksimal namun nampaknya tuhan punya rencana lain,sekira pukul 16.20 Wib(Sabtu 14/09) Indah menghadap sang khalik.

Petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur Dian Ansori yang selama ini melakukan pendampingan terhadap Indah ketika dihubungi membenarkan tentang berita duka tersebut.

“Benar,Indah telah dipanggil yang Maha Kuasa di RSUD Abdoel Moeloek, mohon do'anya agar Almarhumah dapat diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan ditempat yang paling layak”jelasnya

“Kami juga atas nama P2TP2A Lampung Timur mengucapkan Ribuan terima kasih kepada Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Timur & jajaran, RSUD Sukadana,RSU Abdul Moeloek, RS Mardi Waluyo, Para Donatur, Elemen masyarakat, Instansi yang terkait dan semua yang telah peduli membantu sejak Indah dirawat sampai ia menghadap Yang Maha Kuasa” Dian Ansori mengakhiri penjelasannya.(**)