Sabtu, 03 Agustus 2019

Keluarga Wagiman Aneh tapi Patut dicontoh..!!!



Warta Pramudya -- Unik memang, Wagiman(50) warga Desa Tanjung Inten Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur tergolong keluarga aneh.Pasalnya Wagiman saat di beri keringanan biaya sampai dengan 75 persen oleh pihak RSUD Sukadana untuk putrinya, Ayu( 20 th) yang di rawat karena mengidap usus buntu,dirinya mencabut permohonan keringannan biaya tersebut dan membayar semua biaya berobat anaknya.

Sementara itu menurut Dian Ansori Petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak(P2TP2A)Lampung Timur bahwa sebelumnya pada hari Senin (29/07/19) Wagiman datang ke Dinas Sosial Lampung Timur, dengan tujuan minta bantuan membuat kartu BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah Daerah.

Sementara permohonan Keluarga ini sedang dalam proses, anaknya ( Ayu ) semakin parah sakitnya harus segera dirawat di RSUD Sukadana hari itu juga.

Setelah dua hari di RSUD Sukadana, Ayu menjalani Operasi usus buntu dengan biaya keselurahan mencapai Rp.10.000.0000,- (sepuluh juta rupiah),Wagiman tidak mampu membayar biaya sebanyak itu.

Kemudian Wagiman minta bantuan salah satu tenaga kerja sukarela (TKS) Dinas sosial dan Dian Ansori petugas P2TP2A Lampung Timur untuk minta diurus pengajuan keringanan biaya rumah sakit, selanjutnya Dian Ansori berkordinasi dengan pihak RSUD Sukadana.

"Alhasil atas pertimbangan pihak RSUD Wagiman hanya dibebankan membayar 25% dari total biaya Rp 10.000.000,- atau hanya membayar Rp 2.500.000,-( dua juta lima ratus ribu rupiah)".kata Dian ansori

Masih kata dian Ansori  ,"Pada hari Kamis tanggal 1 Agustus 2019 anak pak Wagiman diperbolehkan pulang oleh dokter RSUD Sukadana.Saat itulah terjadi sebuah keanehan,tiba-tiba Pak Wagiman mencabut permohonan keringanan biaya, dan membayar seluruh biaya rumah sakit sebesar Rp. 10.000.000,-".

Hal tersebut membuat petugas P2TP2A Lampung Timur (Dian Ansori) bingung dan terkejut.Usut punya usut ternyata keanehan terjadi setelah Wagiman menghubungi 7 saudara kandungnya yang ada di perantauan via telpon.

"Setelah saya telpon saudara kandung saya mentransfer uang bahkan jumlahnya lebih dari kebutuhan untuk membayar biaya berobat dan sekaligus meminta kepada saya untuk mencabut permohonan keringanan biaya rumah sakit yang saya ajukan". Kata Wagiman

"Saudara kandung saya mengatakan, bahwa kita akan mendapatkan dosa yang amat besar, ketika kita mampu tapi mengaku tidak mampu, kemudian berusaha mendapatkan bantuan dengan memohon-mohon." Kata Wagiman menyampaikan pesan saudara kandungnya.

"Sebuah kisah suri tauladan yang dapat kita contoh dari Pak Wagiman & keluarganya,bahwa kita dilarang (berdosa) merampas hak orang miskin".tutup Dian(**)