Kamis, 11 Juli 2019

Gotong Royong sebagai nilai luhur budaya bangsa

Warta Pramudya -- Salah satu ciri bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan adalah menjunjung tinggi nilai gotong royong yang merupakan nilai-nilai asli Nusantara yang diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam lingkungan budaya etnik se-Indonesia.

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lampung Timur Tarmizi saat penutupan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-XVI, Dilapangan Desa Tanjung Qencono, Kecamatan Way Bungur, kamis (11-7-2019).

"Nilai-nilai gotong royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai bagian dari sistem nilai budaya bangsa, perlu dilestarikan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperkuat integrasi sosial masyarakat di desa dan kelurahan serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Lampung Saiful Dermawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan gotong royong sebagai wujud kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.

"Kita akan dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, penuh kekeluargaan dan bahu membahu dalam membangun kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Saiful menambahkan kearifan nilai-nilai budaya lokal dalam aspek gotong royong dapat dikembangkan hingga menjadi potensi dalam pelaksanaan pembangunan.

"Untuk memanfaatkan potensi tersebut didukung dengan peningkatan sumber daya manusia, begitu juga organisasi wanita yang merupakan mitra pemerintah, diharapkan mampu menjadi motor perubahan dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat," ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Lampung Timur Wirham Riady mengatakan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) adalan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan.

"Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) telah diselenggarakan oleh 264 Desa di 24 Kecamatan selama satu Bulan. Pencanangannya dimulai sejak tanggal 1 sampai 31 Mei 2019 berupa kegiatan gotong royong dalam beberapa bidang," tutupnya.

Penyelenggaraan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat dilakukan dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat dengan memperoleh dukungan dan bantuan dari pemerintah, desa dan swadaya masyarakat, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat seperti Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, RT/RW, LPMD dan BPD.(ariffahri)