Selasa, 09 Juli 2019

Dian Ansory : Ahmad Ariyadin, kasus ke-11 balita Hydrocefalus di Lampung Timur butuh bantuan.


Warta Pramudya -- Kasus Balita diduga pengidap Hydrocefalus di Lampung Timur kembali terdeteksi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur. Balita tersebut adalah Ahmad Ariyadin (1Th) anak kedua dari pasangan Samsudin(37th) dan Kasriati(32th) warga desa Sukadana Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

Setelah mendapat informasi tentang adanya balita diduga mengidap Hydrocefalus, atas nama P2TP2A Lampung Timur Dian Ansory langsung berkunjung dan melihat kondisi Ahmad Riyadin. Kedatangan Dian Ansory disambut oleh kedua orang tuanya ,kakeknya dan beberapa tetangganya, Senin 8 Juli 2019 pukul 16.00 WIB.

Kepada P2TP2A ,sang ayah menuturkan, kondisi Ahmad Ariyadin diketahuinya sejak lahir dan hingga sekarang Ahmad Ariyadi hanya dapat berbaring di tempat tidur dan sesekali dia digendong ibundanya. 

“Sebenarnya anak kami mengidap penyakit ini  tahunya sejak lahir bahkan kami sudah bawa ke Rumah Sakit sesuai anjuran bidan yang membantu persalinan anak saya, namun hasilnya masih seperti sekarang ini,” keluh Samsudin dengan nada sedih sambil menoleh kearah Ahmad Ariyadin.

Samsudin berharap mendapat bantuan pemerintah setempat agar bayinya mendapat penanganan serius. Dia juga mengucapkan terimakasih atas kedatangan salah satu pengurus P2TP2A yang sudah berkenan melihat kondisi anaknya .

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan dan kepedulian P2TP2A Lampung Timur".ucapnya. 

Dalam kunjungan itu, Dian Ansory memberikan support dan semangat kepada orang tua Ahmad dan pihaknya akan membantu serta mendampingi dalam proses pengobatan Ahmad Ariyadin.

“Alhamdulillah kami sudah ke rumah pak Samsudin dan melihat kondisi Ahmad Ariyadin dan terlebih dahulu kami mempelajari dokumen dokumen yang ada supaya tidak jalan dua kali agar mempermudah proses pengobatan". ujar Dian Ansory

Dian Ansory menambahkan, upaya pengobatan sudah dilakukan oleh orang tuanya agar Ahmad Ariyadin mendapat perawatan di Rumah Sakit dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) mandiri. Namun sudah 5 bulan terakhir Usaha mengobati Ahmad Ariyadin terhenti, karena terkendala biaya diluar yang ditanggung BPJS kesehatan (transportasi, konsumsi Keluarga, dll), sementara mereka dari golongan Keluarga tidak mampu.Ditambah lagi Kartu JKN KIS Ahmad Ariyadin dan keluarganya tidak dapat digunakan, karena menunggak iuran selama kurang lebih 5 bulan, mereka tidak mampu membayar.

"Kami akan bersinergi dengan Dinas terkait, membantu mencari solusi biaya diluar tanggungan BPJS kesehatan dan mengupayakan membantu pembayaran iuran bulanan BPJS kesehatan yg menunggak"kata Dian Ansory

"Selanjutnya kami akan melakukan pendampingan dalam proses pengobatan Ahmad Ariyadin, intinya kita dukung program Plt.Bupati Lampug Timur terkait pengobatan & Ambulance gratis bagi Masyarakat Lampung Timur yg memiliki KTP-e." Imbuh Dian ansory

"Kasus dugaan Hydrocefalus pada Ahmad Ariadin ini, dalam catatan PT2TP2A Lampung Timur adalah kasus hydrocefalus yang ke 11 di Lampung Timur"pungkasnya

Perlu diketahui Hydrocefalus merupakan penyakit akibat pembengkakan cairan di otak yang ditandai dengan membesarnya tengkorak kepala.(spo)